SERING DIBACA

Perbedaan Jin, Iblis dan Setan

Iman Kepada yang Ghaib
Jin iblis dan setan termasuk perkara ghaib yang wajib kita imani keberadaannya, karena dalil-dalil Al Qur`an dan As Sunnah telah menjelaskannya. Ini termasuk di antara asas akidah Islam, yaitu beriman kepada perkara ghaib. Bahwa beriman kepada yang ghaib merupakan salah satu sifat orang-orang yang bertakwa, sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :

الــم {1} ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ ِفيهِ هُدَى لِلْمُتَّقِينَ {2} الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ {3}

"Alif laam miim. Kitab (al-Qur’an) ini tidak ada keraguan di dalamnya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka". [Al Baqarah : 1-3].

Pebedaan Jin, Iblis dan Syetan
 Iblis nenek moyang Jin
Firman Allah SWT:
قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ
Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis: "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah" (QS.Al-A’raf: 12)
Iblis mengakui kekuasaan Allah, yang menghidupkan dan mematikan
“Beri tangguhlah aku hingga mereka dibangkitkan “ (Q.S Al-A’raf:14)
Pengertian Iblis
• Secara lughatan (etimologis), Iblis berasal dari kata ablasa yang berarti putus asa.
• Dinamai Iblis karena ia putus asa dari rahmat atau kasih sayang Allah SWT.
• Iblis adalah nenek moyang dari golongan jin, yang diciptakan dari api dan ialah yang pertama kali membangkang/menolak syari'at Allah SWT. Lihat Firman Allah berikut:
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam", maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. (QS. Al Kahfi, 18:50)
Dan firmanNya lagi di S.Al Hijr,15 : 26-27 sebagai berikut:
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ(26)وَالْجَانَّ خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُ مِنْ نَارِ السَّمُومِ
Dan sesungguhnya Kami telah meciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.
• Karena ia membangkang perintah Allah maka terkadang disebut juga syetan
• Iblis diberi umur panjang sampai hari kiamat, sedangkan keturunannya dari golongan jin yang lain, ada yang berumur panjang ada yang berumur pendek. Lihat QS.Shad,38:79-81)
AWAL MULA PERMUSUHAN

“Ya Tuhanku (kalau begitu) maka berilah aku tangguh sampai hari manusia dibangkitkan “(Q.S AL-Hijr : 36)
Sayid Qutub berkata: Iblis meminta ditangguhkan bukan untuk menyesali dan betaubat tetapi untuk membalas dendam kepada anak Adam dan cucunya.
 Syetan
Ibnu Jarir Atthobari: syetan di dalam perkataan orang Arab adalah setiap pembangkang dari jin, manusia, binatang
Pengertian Syetan
• Syetan berasal dari kata syatana artinya menjauh. Dinamai syetan karena jauhnya dari ia dari kebenaran.
• Syetan adalah merupakan karakter/sifat menolak kebenaran, menghalangi dari kebenaran dan menggoda melakukan kemungkaran
• Siapa saja dari jenis makhluk mukallaf (manusia dan jin) yang memiliki karakter tersebut maka ia adalah syetan (Lihat QS.Al An 'am, 6: 112)
Firman Allah
Demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu muncul yaitu syetan-syetan (dari jenis) manusia dan jin (Q.S Al-An’am:112)
Selanjutnya Imam Thobari melanjutkan dengan sanad dari Aslam al-Adawi radhiyallahu anhu bahwa Umar radhiyallahu anhu pernah naik binatang tunggangan kemudian binatang itu berjalan ngadat lalu Umar memukulnya tetapi tidak menambah kecuali terus bertambah ngadat hingga Umar turun darinya seraya berkata “Kalian tidak menaikkan aku kecuali di atas syetan. Saya tidak turun darinya kecuali setannya menolakku.”

 Jin
• Dan Dia menciptakan jin dari nyala api tanpa asap (Q.S Ar-Rahman,55: 15)
• Dari Q.S. Al-Hijr,15:27 disebutkan bahwa jin diciptakan lebih dahulu dari manusia
وَالْجَانَّ خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُ مِنْ نَارِ السَّمُومِ
Artinya: Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.
• Sedangkan dalam Hadits Nabi SAW disebutkan sbb:

خُلِقَتْ الْمَلَائِكَةُ مِنْ نُورٍ وَخُلِقَ الْجَانُّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ وَخُلِقَ آدَمُ مِمَّا وُصِفَ لَكُمْ
Artinya: Malaikat diciptakan dari cahaya, dan jin (diciptakan) dari nyala api, dan Adam (diciptakan) dari apa yang telah dijelaskan kepada kalian (HR. Muslim 18/122)
Pengertian Jin
• Secara lughatan (etimologis), al- jin berasal dari kata janna yang berarti bersembunyi
• Dinamai al-jin karena tersembunyi dari pandangan manusia, sering juga disebut ghaib
Allah SWT berfirman:
إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ
Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.(QS. Al A'raf,7 : 27)
• Secara Isthilahan (therminologis), jin adalah salah satu makhluk ghaib yang diciptaankan oleh Allah dari api, mukallaf (diwajibkan menjalankan syari'at), diantara mereka ada yang patuh (Muslim) dan ada yang durhaka (kafir).
• Jika istilah jin jika disebut berdiri sendiri maka terkadang yang dimaksud adalah syetan atau Iblis

Macam-Macam Jin
Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam bersabda Jin ada 3 jenis
Jin itu ada 3 jenis : Jenis yang memiliki sayap dan terbang di udara, jenis ular dan kalajengking dan jenis menetap dan berpindah-pindah (Tabrani, Hakim)
Tempat Tinggal Jin
 Padang pasir / tempat sepi
 Tempat kotor / najis
 Di setiap atap rumah
Di setiap rumah ada jin yang tinggal di atapnya setiap kali makan siang diletakkan maka mereka turun dan makan bersama penghuni rumah demikian pula setiap makan sore (Fathul Bari)
 Jin tinggal di lobang
“ Janganlah kalian kencing di lobang”
Itu adalah tempat tinngal jin (HR. Abu Dawud, Nasa’I dan Imam Ahmad)
Jin Makan dan Minum
Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam bersabda: Pernah datang kepadaku utusan jin Nisbi-sebaik-baik jin- kemudian mereka meminta kepadaku bekal makanan lalu aku berdo’a kepada Allah untuk mereka agar di dalam setiap kotoran tulang dan kotoran binatang yang mereka temukan kiranya bisa mendapatkan makanan (HR.Bukhari)

0 komentar: